Berita

Apel Pagi Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober di MBS Tanggul

Peringatan Hari Santri Nasional di MBS Tanggul, Menjaga Api Perjuangan dan Merawat Nilai Keislaman

SMP Muhammadiyah 4 Tanggul MBS Tanggul menggelar upacara Apel Pagi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh siswa MBS Tanggul bersama dewan guru di halaman sekolah. Ustad Ali Rasyid bertindak sebagai Pembina Apel, sementara Pramudia dari kelas 12 memimpin jalannya upacara dengan penuh tanggung jawab. Apel pagi dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan merdu oleh Hibrizi, siswa kelas 9. Peringatan Hari Santri Nasional kali ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika MBS Tanggul untuk merefleksikan nilai-nilai kepesantrenan dan meneguhkan komitmen dalam menuntut ilmu serta mengamalkan ajaran agama Islam.

Perjuangan Pendahulu: Bukan dengan Duduk Santai, tapi dengan Perjuangan Besar

Dalam amanatnya, Pembina Apel mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional adalah momen untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Perjuangan mereka mendirikan dan membela Islam serta negara ini tidak dilakukan dengan bersantai atau “leyeh-leyeh,” melainkan melalui pengorbanan yang besar. Para pejuang rela menumpahkan darah dan mengorbankan harta benda demi tegaknya Islam dan kemerdekaan. Semangat juang dan pengorbanan inilah yang harus dimunculkan dan diteladani oleh generasi santri sejak dini.

Pentingnya Memahami Sejarah Perjuangan Islam

Ustad Ali Rasyid menekankan bahwa seorang santri wajib hukumnya untuk mengetahui dan tidak melupakan sejarah perjuangan. Ditegaskan bahwa kita mengenal Islam dan NKRI adalah berkat perjuangan Nabi Muhammad SAW. Beliau berjuang demi Islam hingga pelipisnya berdarah dan harta istrinya habis tercurah.

Warisan perjuangan ini kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali bin Abi Thalib) dan pemimpin Islam setelahnya. Mereka memiliki cita-cita agar Islam menjadi kekuatan yang menguasai dunia.

Warisan Abadi Pejuang Indonesia

Api semangat perjuangan para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in yang selalu berkobar di garda terdepan saat seruan jihad, ternyata diwariskan kepada para pejuang bangsa Indonesia. Nama-nama besar seperti Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan Kiai Haji Ahmad Dahlan disebut sebagai figur yang memperjuangkan kemerdekaan dan nilai-nilai keislaman di tanah air. Perjuangan mereka memastikan bahwa nilai-nilai keislaman dapat dinikmati hingga hari ini.

Tugas Santri Masa Kini: Merawat Perjuangan

Sejarah Indonesia adalah sejarah panjang yang dipenuhi pengorbanan harta dan darah. Tugas utama santri hari ini bukanlah lagi merebut kemerdekaan, melainkan merawat perjuangan dari para pendahulu. Merawat perjuangan ini dapat dilakukan dengan dua hal utama:

  1. Memperkuat Keimanan: Pondasi spiritual yang kokoh harus selalu menjadi yang utama bagi setiap santri.
  2. Memperkuat Ilmu: Santri harus terus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan agar dapat menjadi bagian dari generasi yang memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam setiap lini kehidupan.

Dengan demikian, Hari Santri Nasional menjadi panggilan bagi seluruh santri MBS Tanggul untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga merefleksikan dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan keimanan, demi menjadi bagian dari santri yang membawa hak-hak dan nilai-nilai keislaman dalam kemajuan bangsa.

Leave a Reply